Diberdayakan oleh Blogger.
RSS
content bg

Larangan Pacaran Dalam Islam berdasarkan Al-Qur'an dan Hadist



"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan sesuatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra [17] : 32). 

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. (QS. An Nur : 30) 

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS. An Nur : 31) 

Dari Ibnu Abbas r.a. dikatakan: Tidak ada yang kuperhitungkan lebih menjelaskan tentang dosa-dosa kecil daripada hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW. bersabda, “Allah telah menentukan bagi anak Adam bagiannya dari zina yang pasti dia lakukan. Zinanya mata adalah melihat [dengan syahwat], zinanya lidah adalah mengucapkan [dengan syahwat], zinanya hati adalah mengharap dan menginginkan [pemenuhan nafsu syahwat], maka farji (kemaluan) yang membenarkan atau mendustakannya.” (HR. Bukhari & Muslim) 

“Janganlah seorang laki-laki berdua-duaan dengan wanita kecuali bersama mahramnya.”(HR. Bukhori dan Muslim) 
“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah seorang laki-laki sendirian dengan seorang wanita yang tidak disertai mahramnya. Karena sesungguhnya yang ketiganya adalah syaitan.” (HR. Ahmad). 

“Seandainya kepala seseorang ditusuk dengan jarum besi, itu lebih baik dari pada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HASAN, Thabrani dalam Mu'jam Kabir 20/174/386) 

“Demi Allah, tangan Rasulullah shallallahu‘alaihi wassallam tidak pernah menyentuh tangan wanita sama sekali meskipun dalam keadaan membai’at. Beliau tidak memba’iat mereka kecuali dengan mangatakan: “Saya ba’iat kalian.” (HR. Bukhori) 

“Sesungguhnya saya tidak berjabat tangan dengan wanita.” (HR. Malik , Nasa’i, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad) 
Telah berkata Aisyah ra, “Demi Allah, sekali-kali dia (Rasul) tidak pernah menyentuh tangan wanita (bukan mahram) melainkan dia hanya membai’atnya (mengambil janji) dengan perkataaan.” (HR. Bukhari dan Ibnu Majah) 

“Wahai Ali, janganlah engkau meneruskan pandangan haram (yang tidak sengaja) dengan pandangan yang lain. Karena pandangan yang pertama mubah untukmu. Namun yang kedua adalah haram” (HR. Abu Dawud , At-Tirmidzi dan dihasankan oleh Al-Albani) 

“Pandangan itu adalah panah beracun dari panah-panah iblis. Maka barangsiapa yang memalingkan pandangannya dari kecantikan seorang wanita, ikhlas karena Allah, maka Allah akan memberikan di hatinya kelezatan sampai pada hari? Kiamat.” (HR. Ahmad) 

Dari Jarir bin Abdullah r.a. dikatakan: “Aku bertanya kepada Rasulullah saw. tentang memandang [lawan-jenis] yang [membangkitkan syahwat] tanpa disengaja. Lalu beliau memerintahkan aku mengalihkan pandanganku.” (HR. Muslim) 

Begitu banyak kan larangan tentang Pacaran? Jadi masih berani Pacaran? [globalmuslim/www.al-khilafah.org] 
[www.bringislam.web.id] 

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan sesuatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra [17] : 32). 

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. (QS. An Nur : 30) 

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS. An Nur : 31) 

Dari Ibnu Abbas r.a. dikatakan: Tidak ada yang kuperhitungkan lebih menjelaskan tentang dosa-dosa kecil daripada hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW. bersabda, “Allah telah menentukan bagi anak Adam bagiannya dari zina yang pasti dia lakukan. Zinanya mata adalah melihat [dengan syahwat], zinanya lidah adalah mengucapkan [dengan syahwat], zinanya hati adalah mengharap dan menginginkan [pemenuhan nafsu syahwat], maka farji (kemaluan) yang membenarkan atau mendustakannya.” (HR. Bukhari & Muslim) 

“Janganlah seorang laki-laki berdua-duaan dengan wanita kecuali bersama mahramnya.”(HR. Bukhori dan Muslim) 
“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah seorang laki-laki sendirian dengan seorang wanita yang tidak disertai mahramnya. Karena sesungguhnya yang ketiganya adalah syaitan.” (HR. Ahmad). 

“Seandainya kepala seseorang ditusuk dengan jarum besi, itu lebih baik dari pada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HASAN, Thabrani dalam Mu'jam Kabir 20/174/386) 

“Demi Allah, tangan Rasulullah shallallahu‘alaihi wassallam tidak pernah menyentuh tangan wanita sama sekali meskipun dalam keadaan membai’at. Beliau tidak memba’iat mereka kecuali dengan mangatakan: “Saya ba’iat kalian.” (HR. Bukhori) 

“Sesungguhnya saya tidak berjabat tangan dengan wanita.” (HR. Malik , Nasa’i, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad) 
Telah berkata Aisyah ra, “Demi Allah, sekali-kali dia (Rasul) tidak pernah menyentuh tangan wanita (bukan mahram) melainkan dia hanya membai’atnya (mengambil janji) dengan perkataaan.” (HR. Bukhari dan Ibnu Majah) 

“Wahai Ali, janganlah engkau meneruskan pandangan haram (yang tidak sengaja) dengan pandangan yang lain. Karena pandangan yang pertama mubah untukmu. Namun yang kedua adalah haram” (HR. Abu Dawud , At-Tirmidzi dan dihasankan oleh Al-Albani) 

“Pandangan itu adalah panah beracun dari panah-panah iblis. Maka barangsiapa yang memalingkan pandangannya dari kecantikan seorang wanita, ikhlas karena Allah, maka Allah akan memberikan di hatinya kelezatan sampai pada hari? Kiamat.” (HR. Ahmad) 

Dari Jarir bin Abdullah r.a. dikatakan: “Aku bertanya kepada Rasulullah saw. tentang memandang [lawan-jenis] yang [membangkitkan syahwat] tanpa disengaja. Lalu beliau memerintahkan aku mengalihkan pandanganku.” (HR. Muslim) 

Begitu banyak kan larangan tentang Pacaran? Jadi masih berani Pacaran? [globalmuslim/www.al-khilafah.org] 
[www.bringislam.web.id] 

Cara Memilih Istri Ahli Surga



Ikutilah langkah-langkah yang benar dan tepat, dan lakukan karena Allah, bahkan dalam perihal memilih pasang hidup yaitu, diantaranya :

1. Carilah wanita yang memiliki keimanan dan ketaqwaan yang bagus, alias bagus agamanya seperti yang di riwayatkan di hadis Bukhari Muslim, Rasulullah menjelaskan bahwa memilih pasangan dari 4 perkara, dan dari 4 perkara itu, agama yang paling bagus, karena menjamin kebahagiaan hidup dari pasangan tersebut.

2. Perempuan yang berpengetahuan agama yang bagus dan mengamalkannya serta segan/takut dalam berhubungan dengan suami dan siapapun di rumah maupun di luar. Dan perempuan yang seperti ini tidak akan berbuat masalah dan menyebabkan kesusahan bagi orang lain utamanya suami sendiri.

3. Untuk mengetahui kebaikan maupun keburukan dari sifat seorang perempuan, maka perhatikan keluarganya yang juga perempuan, hal ini cukup berpengaruh sebagai sebuah penilaian.

4. Carilah perempuan yang memiliik paras kecantikan yang berada di level tengah, kalau memilih yang sangat cantik tidak apa-apa, namun sebagian besar wanita masa kini, terlalu membanggakan kecantikannya.

5. Pilihlah perempuan yang memiliki kecerdasan yang bagus dan sifat tenang, dan perhatikan baik-baik caranya berhubungan dengan keluarga yaitu kepada orang tua dan saudara-saudarinya.

6. Carilah wanita yang memiliki status di kalangan yang masyarakat yang selurus dengan pasangannya, di karenakan perempuan yang lebih tinggi status sosial dari suaminya, maka cenderung memandang enteng suami, dan menghina suami.

7. Utamakan perempuan yang pandai mengurus keluarga dan rumah, dengan kata lain memiliki pengetahuan luas dalam melakukan segala hal.

8. Carilah pasangan yang tidak banyak menuntut, dan sopan kepada suami, meminta dengan bujukan dan baik-baik serta tidak memaksa juga ikhlas, bukan yang memiliki selera tinggi dan meminta ini dan itu seenaknya.

9. Utamakan pasangan yang lebih lincah dalam mengurus keluarga, hal ini berpengaruh bagi keluarga kelak, bahkan keturunan kelak, jika pandai mendidik anak maka Insha Allah, menjadikan Anak yang soleh dan solehah.

Yahudi : Persatuan Umat Islam Terletak Pada Salat Subuh

Pada malam itu, aku telah menunggu pertandingan utama dari liga Inggris. Namun pada pembahasan kali ini bukan mengenai sepakbola, tetapi beberapa bulan lalu, teringat pengalaman, karena adanya pertandingan bola, hal itu menyebabkan mesjid pada waktu subuh jadi kosong tanpa jamaah, hanya beberpa orang datang untuk salat subuh 
 Bahkan orang sekitar, termasuk warga di sebelah rumahku, yang rajin melaksanakan salat 5 waktu sampai-sampai tak hadir melaksanakan salat subuh karena nonton bole.

Suatu kisah, ada dua orang yahudi yang bercakap-cakap perihal orang-orang muslim. Mereka membahas mengenai akidah umat Muslim yang mereka amati, agar bisa mereka hancurkan dan menguasai agama Islam dengan melengserkannya dari dunia.

Percakapannya seperti ini

Yahudi I: “Pada masa sekarang kita lebih perlu waspada akan perkembangan umat Islam”
Yahudi II : “Ada apa memang?”
Yahudi I : “Jika kita memperhatikan di tempat ibadah mereka yang di sebut mesjid itu, setiap hari jumat, jamaahnya banyak, yang menandakan kesatuan dari mereka umat Islam.”
Yahudi II : “Menurutku, itu biasa saja, hal ini masih membuat kita bernafas dengan lega."
Yahudi I : “Ah! Kenapa bisa?”
Yahudi II : “Jikalau para umat Islam hanya bersatu dalam beribadah di hari jumat saja, itu sama saja dengan membohongi diri sendiri. Namun, kesatuan Umat Muslim dapat kita temukan di seluruh ibadah salatnya tiap hari secara berjamaah memenuhi mesjid, terutama di waktu tersulit yaitu SUBUH, jika mereka bisa menggenapi jamaah, sama banyaknya jamaah salat jumat dengan subuh, maka tunggulah kehancuran kita.”

Mudah-mudahan kita semua menjadi umat Islam yang selalu berjamaah dan memenuhi shaf di mesjid, dan beribadah kepada Allah SWT.

Penemuan Ilmiah Mengenai Larangan Berduaan Dengan Perempuan

Sebagai seseorang yang beriman kepada Allah SWT, tentunya kita akan menjauhi larangannya seperti berduaan(khalwat) karena ini perbuatan yang di larang oleh Allah SWT. Biasanya orang mukmin hanya mengetahui larangan tersebut dan mematuhinya, namun belum mengetahui alasan ilmiah mengapa khalwat atau berduaan dengan non-muhrim itu di larang.
Nah, kalau berbicara ilmiah pasti juga berbicara mengenai fisik dari manusia, jadi bagian manakah yang terpengaruh dari tubuh manusia jika berkhalwat?
Adapun sebuah hasil dari penelitian yang membeberkan fakta yang mencengangkan.
Universitas Valencia seteleh melakukan penelitian mengenai berkhalwat dengan wanita akan mempengaruhi fisik dan pemicu naiknya produksi sekresi hormon kortisol. Dan hormon inilah yang berperan penting dalam hal stress bagi tubuh manusia. Bahkan hanya dalam tes atau uji coba dari Universitas Valencia, laki-laki dan perempuan yang mereka tes di biarkan untuk berkhalwat, namun hal ini tidak mencegah untuk menghasilkan hormon tersebut.
Di kutip dari media Daily Telegraph mengatakan bahwa, kurang lebih 5 menit saja kita berkhalwat dengan wanita, maka kita sudah bisa merasakan perasaan yang aneh, dan perasaan itu di sebabkan oleh proporsi yang tinggi dari hormon yang di hasilkan oleh tubuh tersebut.
Jika tubuh dalam proporsi rendah dari hormon ini maka hormon ini bekerja atau bermanfaat untuk menyeimbangkannya untuk kinerja tubuh, Namun, jika terjadi yang namanya peningkatan produksi secara berlebihan maka akan berbahaya dan mempengaruhi tubuh. Dan bisa menyebabka penyakit tinggi syahwat, jantung, diabetes dan lainnya.
Jadi logikanya adalah, jika berkhalwat dengan non-muhrim, maka tingkat stress dari pria akan semakin meningkat, dalam artian sangat berbahaya, belum lagi jika memang wanita tersebut memiliki daya tarik dengan pria tersebut, maka tingkat produksi dari hormon itu akan semakin meningkat.
Dan hasil penelitian ketika pria dan wanita berkhalwat, maka pria tersebut akan membayangkan dirinya bersama wanita tersebut melakukan hubungan yang di luar dugaan, ini secara tidak emosional, jadi perempuanlah penyebab dari pria yang bisa terkena penyakit jika berkhalwat.
Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam Sendiri melarang berkhalwat ini.
Ia menjelaskan melalui hadits bahwa jika berkhalwat atau berduaan maka orang ketiganya adalah Syeitan, larangan ini juga di peruntukkan untuk kita agar menghindari penyakit dan masalah sosial kita.
Dengan meningkatkan keimanan kepada Allah SWT maka seseorang bisa menghindari berkhalwat dari non-mahram, karena selain menimbulkan dosa dan fitnah, menghindari khalwat juga menghindarkan diri dari masalah sosial serta penyakit-penyakit yang bisa menyerang tubuh di sebabkan karena hal ini.

Tugas TIK SMP Negeri 1 Sedayu


Berikut adalah tugas TIK saya


Download disini

Hukum Berwudhu Di WC

Dalam pembahasan kali ini adalah wudhu, namun, belum ada basis atau dasar mengenai terlarangnya berwudhu di dalam kamar mandi yang memiliki WC.

 Yang menjadi sebuah permasalah terkait adalah membaca basmalah sebelum berwudhunya itu di WC. Karena kita semua tahu dalam memulai segala hal bahkan hal yang penting harus di awali dengan basmalah.
Di dalam sebuah hadits, Rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam menyebutkan “Segala urusan penting yang tidak dimulai dengan basmalah, maka ia terputus.” (HR Abu Daud).

 Rasulullah saw. juga bersabda, “Tidak ada wudhu bagi yang tidak menyebut nama Allah di dalamnya.” (HR Abu Daud).

Dari kedua hadits di atas telah di tarik sebuah kesimpulan bahwa dalam berwudhu pun wajib dalam membaca basmalah, dalam ini juga beberapa ulama berpendapat bahwa membaca basmalah adalah sunnah
Adapun dalam riwayat lain menyampaikan bahwa, dulunya Rasulullah memiliki sebuah cincin (ring of Islam) yang bertuliskan lafaz nama Allah, Muhammad, Rasul, setiap Rasulullah ingin masuk ke kamar mandi, beliau akan melepas cincin tersebut, berarti hal demikian menjelaskan bahwa membaca basmalah di dalam WC itu sudah terlarang.

Jadi basmalah boleh tidak di baca di dalam WC, apalagi jika WC yang di tempati untuk berwudhu itu penuh dengan kotoran. Namun, bagi yang biasanya ingin meniatkan untuk membaca basmalah, maka baca saja dalam qalbu (hati), Basmalah juga bisa di baca dengan tartil namun tak terlalu keras sebelum memasuki kamar mandi, bisa juga di dalam kamar mandi yang ada WC dengan ketentuan bahwa WC tersebut dalam keadaan bersih.
Kemudian, doa sesudah wudhu lagi di baca setelah kita keluar dari kamar mandi, tidak usah membacanya di dalam. Dan inti dari pembahasan kali ini adalah, hukum membaca basmalah dalam kamar mandi yang ada WC-nya adalah mubah atau boleh, tetapi harus dengan persyaratan di atas yang harus di penuhi terlebih dahulu

Enam Wanita Yang Tidak Bisa Mencium Bau Surga

1.) Wanita yg menyemir rambutnya, khususnya dgn warna hitam “Pada akhir zaman nanti akan ada orang-orang yang mengecat rambutnya dgn warna hitam seperti warna mayoritas dada merpati, mereka tidak akan mendapat bau surga.” (HR. Abu Daud; shahih)

2.) Wanita yg minta cerai tanpa suatu alasan
“Siapa pun wanita yang meminta talak pada suaminya tanpa alasan maka bau surga haram baginya.” ( Tirmidzi, Abu Daud, Ibnu Majah, dan Ahmad; shahih)


3.) Wanita yg mengaku keturunan orang lain
“Barangsiapa mengaku keturunan dari orang lain yang bukan ayahnya sendiri tidak akan mendapatkan bau surga. Padahal bau surga telah tercium pada jarak tujuh puluh tahun, atau tujuh puluh tahun perjalanan.” (. Ahmad; shahih)


4.) Wanita yg sombong
“Tidak masuk surga, seseorang yang di dalam hatinya ada kesombongan, meskipun seberat biji sawi” ( Muslim)


5.) Wanita yg menuntut ilmu akhirat untuk tujuan duniawi
“Barangsiapa menuntut ilmu yang seharusnya untuk Allah, namun ia tidak menuntutnya kecuali untuk mencari dunia, maka pada hari kiamat ia tidak akan mendapatkan bau surga.” (Ibnu Majah, Abu Daud dan Ahmad; shahih)


6.) Wanita yg berpakaian tapi telanjang
“Dua golongan penghuni neraka yang belum pernah aku lihat; kaum membawa cambuk seperti ekor sapi, dengannya ia memukuli orang dan wanita-wanita yang berpakaian (tapi) telanjang, mereka berlenggak-lenggok dan condong (dari ketaatan), rambut mereka seperti punuk unta yang miring, mereka tidak masuk surga dan tidak akan mencium baunya, padahal sesungguhnya bau surga itu tercium dari perjalanan sejauh ini dan ini.” ( Muslim).


Astaghfirullah, ampunilah kami ya Rabb. Silahkan bagikan pesan Rasulullah ini, agar semakin banyak keluarga kita terselamatkan. semoga yg membagikan termasuk ahli syurga. aamiin.

TIPS AGAR DOA KITA SELALU DIKABULKAN ALLAH.

TIPS AGAR DOA KITA SELALU DIKABULKAN ALLAH.
Bismillahir-Rahmaanir-Rahim .. Setiap manusia pasti membutuhkan pertolongan. Bagi seorang muslim, pertolongan yang terbaik hanyalah datang dari sang Pencipta, Allah SWT.
Pertolongan itu akan datang jika kita meminta kepada-Nya. Inilah yang disebut berdoa.
Namun, seringkali cara kita salah ketika melakukannya sehingga doa kita tidak diijabah oleh-Nya.
Berikut beberapa tips yang insya Allah berguna bagi kita dalam berdoa yang diangkat dari Al-Qur’an dan Hadits.

Sebelum berdoa, siapkan diri kita dalam hal-hal berikut:
1. Hadapkan hati kita langsung kepada Allah SWT. Jangan lewat siapapun atau sesuatupun. Waspadai sikap syirik, dosa yang paling besar.
2. Siapkan hati untuk bersungguh-sungguh dalam berdoa. Camkan bahwa kita sangat membutuhkan pertolongan-Nya.
Rasulullah s.a.w pernah bersabda: “Sesungguhnya Allah amat menyukai orang yang bersungguh-sungguh ketika ia berdoa”.
3. Hadirkan hati kita kepada Allah SWT dengan penuh kekhusyukan.
4. Yakinkan selalu harta, makanan, minuman dan pakaian kita didapatkan dengan cara yang halal.
5. Luruskan niat berdoa. Jangan berdoa untuk melakukan dosa, khianat atau memutuskan silaturahim.
6.Berpikirkan positif. Yakinlah bahwa Allah SWT akan mendengar doa kita dan akan mengabulkannya.
7. Jika memungkinkan, usahakan mengambil air wudhu terlebih dahulu.
Cara berdoa yang -insya Allah- baik adalah sebagai berikut. Ini adalah urutan langkah paling minimal dalam berdoa:
1. Mulailah dengan basmalah.
2. Memujilah kepada Allah SWT. minimal sekali ucapkan “Alhamdulillahi robbil ‘aalamiin”.
3. Bersholawatlah untuk Rasulullah SAW.
Dari Annas bin Malik: “Tidaklah seseorang berdoa, kecuali antara dia dan langit ada hijab, sampai dia bershalawat kepada nabi”.
4. Sebutlah salah satu atau beberapa nama Allah SWT (asmaul husna) dengan santun dan penuh kerendahan hati.
“Dan Allah memiliki asmaul husna, maka berdoalah dengan menyebut asmaa-ul husna itu “(QS Al Araf : 180)
5. Lanjutkan asmaul husna tadi dengan isi permintaan kita.
Akan lebih baik jika arti asmaul husna-Nya sesuai dengan isi permintaan kita. Pada langkah ini, sebaiknya juga menggunakan doa yang ada dalam Al-Qur’an atau dicontohkan Rasulullah SAW, namun jika kita tidak hafal, bisa dengan bahasa sendiri.
Contoh doa yang ada dalam Al-Quran: Rabbij’alnii muqiima shalaati wamin dzurriyaatii (QS Ibrahim). artinya: Ya Allah jadikanlah saya dan keturunan saya sebagai orang yang dapat menegakkan shalat.
Contoh doa yang dicontohkan Rasulullah SAW: Allahummakfinii bihalaallika an haraamika wa aghninii bi fadhlika ‘amman siwaak (HR Tirmidzi). artinya : Ya Allah berilah saya rizki yang halal, bukan yang haram. Dan kekayaan (rizki yang melimpah) yang Engkau ridhai, bukan yang engkau murkai.
6. Tutup doa dengan sholawat kembali untuk Rasulullah SAW, memuji Allah SWT sekali lagi, lalu ucapkan Aamiin.
Berdasarkan urutan di atas, berikut adalah contoh urutan doa paling minimal:
“Bismillahirrahmaanirrahiim” (dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Penyayang)
“Alhamdulillahi robbil ‘aalamiin” (segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam)
“Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad” (ya Allah, berilah
keselamatan pada Rasulullah Muhammad SAW)
“Ya Allah ya Rozak (ya Allah ya Maha Pemberi Rezeki) Hari ini hamba akan berdagang, mohon berilah hamba rizki yang halal dan melimpah“
“Washollallahi ala sayyidina Muhammad, walhamdulillahi robbil ‘aalamiin, Amiin.” (dan limpahkan keselamatan dari sisiMu pada Rasulullah Muhammad SAW, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam, perkenankanlah doa hamba)
Ada yang berpendapat bahwa ketika doa kita benar dan insya Allah makbul, kita akan merasakan minimal salah satu hal ini. Wallahu a'lam : ...
- Ingin menangis atau bahkan menangis ketika berdoa.
- Dada terasa bergetar dengan rasa hangat.
- Terasa ada sesuatu yang menyejukkan dalam hati kita.
Ada beberapa jenis doa yang sangat makbul, yaitu: ...
1. Doa orang yang sedang dalam kondisi terdesak.
2. Doa orang yang teraniaya atau terzalimi.
3. Doa anak yang sholeh dan berbuat baik pada ibu bapaknya.
4. Doa seorang muslim yang tidak (jarang sekali) berbuat zalim dan tidak pernah memutuskan silaturahim.
Semoga kita semua bisa berdoa dengan baik dan selalu dikabulkan oleh Allah SWT. Aamiin ya Rabb
SUBHANALLAH
"Semoga ALLAH bimbing kita agar senantiasa menjadi hamba-Nya yang tidak meremehkan waktu shalat, dan waktu2 yang sudah ALLAH berikan untuk kita. aamiin"
Sampaikan dakwah ini kepada sahabat, dan teman-teman facebook anda. Semoga pahala ini terus tersebar hingga membukakan pintu hati setiap orang yang membacanya
Wallahu a'lam bish-shawab ..
.. Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ..

Azab Karena Melantarkan Saudari Sendiri

Seorang Ulama bernama IBNU Hajar al-‘Asqani pernah bercerta bahwa ada seorang pria yang kaya raya, dan berniat untuk melaksanakan ibadah haji. Namun, sewaktu belum berangkat, Ia memiliki harta kurang lebih 1000 dinar, dan ia memberikan harta tersebut untuk sementara di amanahkan kepada seseorang yang di sebut sebagai orang yang saleh dan menjunjung tinggi amanah itu.

Setelah Ia selesai melaksanakan ibadah haji, kemudian ia mendapat berita duka, bahwa orang yang ia titipi harta tersebut telah meninggal dunia. Dengan demikian, ia kemudian menemui pihak kedua atau ahli waris yang memegang harta tersebut. Namun, tidak ada di antara mereka yang mengetahui tentang harta titipan tersebut, karena hal ini, orang kaya tersebut kebingungan, kemudian ia menemui seorang alim ulama dari mekkah, dan menceritakan hal ini serta meminta saran dari ulama tersebut.
alhasil, ulama tersebut memberikan sebuah arahan bahwa orang kaya tersebut harus mendatangi sumur zam zam nanti malam, jika semua penduduk mekkah telah terlelap. Nah, setelah sampai di sumur itu, sang ulama menjelaskan bahwa pandanglah sumur itu ke bawah, dan sebut seolah-olah memanggil nama dari penerima harta yang di amanahkan oleh orang kaya tersebut, dan orang meninggal tersebut akan menjawab panggilan itu.
Tetapi, setelah melakukan hal yang di anjurkan oleh Ulama tersebut, sang orang kaya tidak mendapat jawaban dari si fulan yang ia titipi harta tersebut. Ia kemudian kembali dan menceritakan bahwa tidak ada jawaban sama sekali
Sontak saja, sang ulama terkejut dan merisaukan bahwa orang yang menerima harta yang di amanahkan si orang kaya adalah penghuni neraka. Jadi Ulama itu menyarankan untuk pergi ke Yaman, di sana ada sumur yang bernama Barhut. Barhut itulah adalah mulut neraka, dan datanglah pada waktu semua orang telah terlelap.
Benar, setelah ia pergi ke yaman dan memanggi si fulan di sumur barhut, ia mendapat jawaban, dan menanyakan hartanya
Si fulan berkata bahwa harta itu di kubur di rumah tetangganya.
Selain itu, si orang kaya penasaran terhadap si fulan ini, Ia heran bahwa sewaktu namanya di panggil di sumur zam zam, Si fulan tidak menyahut, namun setelah di sumur barhut, Ia menjawab panggilan, kata sang Ulama bahwa ini bukan pertanda yang bagus, Si orang kaya bertanya mengapa demikian? padahal Anda orang saleh.
Dan si fulan membenarkan perihal itu, Ia mendapatkan azab, kecuali saat menjawab panggilan si orang kaya, kembali si orang kaya bertanya mengapa demikian?
Si fulan menjawab "Sewaktu di dunia, Aku selalu beribadah dan taat kepada Allah, namun 1 kesalahanku, aku memiliki saudari yang miskin dan aku telantarkan, karena takutnya aku akan mendapat padangan buruk dari orang lain, sehingga aku membiarkannya."

Baik Jeleknya Sakaratul Maut

Semua manusia akan merasakan yang namanya kematian, dan prosesnya di sebut sakaratul maut. Hal ini bisa di katakan sebagai perkara yang begitu mengerikan, jadi apa alasannya? Dari basis atau dasar AL-Qur'an dan Hadits Rasulullah, rasa sakit sakaratul maut, di ibaratkan dengan pedang yang menusuk tubuh kita.
Tiap-tiap kehidupan manusia, semuanya berbeda dan tidak ada yang sama, dalam perjalanan hidup, ada yang berjalan mulus hingga akhir, ada juga yang buruk. Jadi kematian seseorang tergantung dari amalan atau ibadah yang telah di kerjakan di dunia, kemudian kembali kepada Allah sesuai keadaan atas kehendak Allah.
“Yang menjadikan mati dan hidup, untuk menguji kamu siapa di antara kamu yang lebih bak amalnya. Dan Dia Mahaperkasa lagi Mahapengampun,” (QS. al-Mulk: 2).

Adapula di dalam Al-Qur'an menjelaskan "Kullunnafsin Dzaaikatul Maut" , semua yang memiliki jiwa akan merasakan yang namanya kematian.
Banyak cerita, kisah, riwayat mengenai hidup seseorang yang pernah kita dengar, ada yang baik dan adapula yang buruk, Allahpun memerintahkan kepada kita untuk mengambil pelajaran di hal tersebut agar kita senantiasa meningkatkan keimanan kita kepada-Nya.
Dan dari hal itu setelah kita mengambil pelajaran, kita bisa mengukur seberapa bagus amalan yang telah kita lakukan, dan mengukur barometer kematian yang InshaaAllah yang kita impikan, dengan itu pelajaran yang di ambil dari semua riwayat tersebut, membuat diri kita akan berinstropeksi.
Dan dari hal ini juga kita bisa mengambil kesimpulan, meninggal sebagai seorang yang salih itu adalah nikmat, daripada meninggal dalam keaadaan buruk, sangat rusak, dan susah,

Hukum Berdo'a Saat Shalat Dengan Bahasa Selain Arab

Seringkali ada yang mengajukan pertanyaan, “Bolehkah berdo’a dengan bahasa non Arab ketika shalat?” Semoga penjelasan berikut bisa menjawab pertanyaan tersebut.

Berdo’a dengan Bahasa Non Arab

Syaikh Sholih Al Munajid hafizhohullah dalam situs beliau Al Islam Sual wa Jawab memberikan penjelasan,

“Jika orang yang shalat mampu berdoa dengan bahasa Arab, maka ia tidak boleh berdo’a dengan bahasa selainnya. Namun jika orang yang shalat tersebut tidak mampu berdo’a dengan bahasa Arab, maka tidak mengapa ia berdo’a dengan bahasa yang ia pahami sambil ia terus mempelajari bahasa Arab (agar semakin baik ibadahnya, -pen).

Adapun do’a di luar shalat, maka tidak mengapa menggunakan bahasa non Arab. Seperti ini sama sekali tidak ada masalah lebih-lebih lagi jika hatinya semakin hadir (semakin memahami) do’a yang ia panjatkan.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menerangkan,

وَالدُّعَاءُ يَجُوزُ بِالْعَرَبِيَّةِ وَبِغَيْرِ الْعَرَبِيَّةِ وَاَللَّهُ سُبْحَانَهُ يَعْلَمُ قَصْدَ الدَّاعِي وَمُرَادَهُ وَإِنْ لَمْ يُقَوِّمْ لِسَانَهُ فَإِنَّهُ يَعْلَمُ ضَجِيجَ الْأَصْوَاتِ بِاخْتِلَافِ اللُّغَاتِ عَلَى تَنَوُّعِ الْحَاجَاتِ .

“Berdo’a boleh dengan bahasa Arab dan bahasa non Arab. Allah subhanahu wa ta’ala tentu saja mengetahui setiap maksud hamba walaupun lisannya pun tidak bisa menyuarakan. Allah Maha Mengetahui setiap do’a dalam berbagai bahasa pun itu dan Dia pun Maha Mengetahui setiap kebutuhan yang dipanjatkan”.

Do’a Al Qur’an dan As Sunnah, Do’a Terbaik

Do’a terbaik tentu saja do’a yang disebutkan dalam Al Qur’an dan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika memanjatkan do’a semacam ini, kita akan mendapatkan kebaikan yang amat banyak, tidak sebatas pada yang kita minta saja. Begitu pula kita nantinya tidak salah meminta karena tidak sedikit yang salah meminta dalam do’anya. Do’a dari Al Qur’an dan Hadits pun tidak membuat kita salah dalam mengucap sehingga salah makna.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan,

وَيَنْبَغِي لِلْخَلْقِ أَنْ يَدْعُوا بِالْأَدْعِيَةِ الشَّرْعِيَّةِ الَّتِي جَاءَ بِهَا الْكِتَابُ وَالسُّنَّةُ فَإِنَّ ذَلِكَ لَا رَيْبَ فِي فَضْلِهِ وَحُسْنِهِ وَأَنَّهُ الصِّرَاطُ الْمُسْتَقِيمُ صِرَاطُ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنْ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا .

“Sudah sepatutnya setiap hamba berdo’a dengan do’a yang syar’i yang disebutkan dalam Al Qur’an dan As Sunnah. Karena do’a yang berasal dari keduanya tidak diragukan lagi keutamaannya dan kebaikannya. Do’a yang ada pada keduanya termasuk doa’ para Nabi, para shidiqin, para syuhada’, orang-orang sholih yang menjadi teman terbaik yang tentu berada di jalan yang lurus. ”

Praktekkan Do’a Sederhana Namun Maknanya Luar Biasa

Begitu banyak do’a dalam Al Qur’an dan As Sunnah yang mengandung makna yang luar biasa sebagaimana do’a sapu jagad berikut.

رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Robbana aatina fid dunya hasanah wa fil akhiroti hasanah waqinaa ‘adzaban naar” [Ya Rabb kami, berikanlah kepada Kami kebaikan di dunia, berikan pula kebaikan di akhirat dan lindungilah Kami dari adzab Neraka] (QS. Al Baqarah: 201)

Coba perhatikan dengan seksama bagaimana penjelasan Ibnu Katsir mengenai do’a tersebut. Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan,

“Do’a ini sungguh telah mencakup permintaan seluruh kebaikan di dunia dan terhindar dari setiap kejelekan. Permintaan kebaikan di dunia yang dimaksudkan dalam do’a ini mencakup nikmat sehat, rumah yang lapang, istri yang penuh dengan kebaikan, rizki yang luas, ilmu yang bermanfaat, amal sholih, kendaraan yang menyenangkan, pujian yang baik serta kebaikan-kebaikan lainnya dengan berbagai ungkapan dari pakar tafsir yang tidak saling bertentangan satu dan lainnya. Semua yang disebutkan ini tercakup dalam kebaikan dunia.

Adapun kebaikan di akhirat yang diminta dalam do’a ini tentu saja lebih tinggi dari kebaikan di dunia yaitu dimasukkannya ke dalam surga, dibebaskan dari rasa khawatir (takut) dari berbagai kesulitan dan diberi kemudahan dalam hisab (perhitungan amalan) di akhirat serta berbagai kebaikan di akhirat.

Adapun permintaan diselamatkan dari siksa neraka mengandung permintaan agar kita dibebaskan dari berbagai sebab dunia yang menjerumuskan ke dalam neraka yaitu dengan dijauhkan dari berbagai perbuatan yang haram dan dosa, dan diberi petunjuk untuk meninggalkan hal-hal syubhat (yang masih samar/abu-abu) dan hal-hal yang haram.

Inilah penjelasan Ibnu Katsir rahimahullah ketika menjelaskan surat Al Baqarah ayat 201.

Begitu luar biasa dan ampuhnya do’a sapu jagad ini, begitu ringkas, namun makna yang dikandung begitu dalam. Itulah do’a yang seharusnya bisa kita rutinkan.

Terakhir

Sudah sepatutnya do’a yang dipanjatkan dipahami maknanya. Karena hati yang memahami isi do’a tentu saja do’anya akan lebih didengar dan dikabulkan daripada hati yang lalai. Oleh karena itu, setiap do’a yang dipanjatkan hendaknya dipahami artinya sehingga bisa lebih diresapi.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لاَهٍ

“Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai.” (HR. Tirmidzi no. 3479. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Semoga yang singkat ini bermanfaat.


Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat.